Facial Lifting dengan Volulift 2.0 Lebih Efektif Kencangkan Wajah? Ini Kata Dokter!

Muhammad Sukardi
Dokter jelaskan facial lifting untuk mengencangkan wajah. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, menurut dr Chandra, hasil treatment tetap dapat berbeda pada setiap orang. Faktor seperti struktur wajah, kondisi kulit, volume jaringan, usia, serta area yang menjadi perhatian harus dipertimbangkan oleh dokter.

Facial Mapping Jadi Bagian Penting

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani treatment aesthetic adalah facial assessment. Pasien sebaiknya tidak menentukan tindakan hanya berdasarkan tren atau hasil yang terlihat pada orang lain.

Pada Volulift 2.0, prosesnya diawali dengan konsultasi dokter dan facial mapping. Dokter kemudian mengevaluasi struktur serta kebutuhan wajah sebelum menentukan apakah treatment tersebut sesuai.

"Setiap wajah memiliki struktur dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendekatan kami selalu dimulai dari konsultasi dan evaluasi dokter. Volulift 2.0 bukan treatment yang diterapkan dengan pendekatan one-size-fits-all," kata dr. Chandra yang juga Director PT Satu Estetika Indonesia. 

Facial mapping juga membantu dokter menentukan area yang perlu mendapat perhatian sehingga treatment dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing wajah.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

5 Kebiasaan Pria Bikin Kulit Sehat dan Glowing, Ini Harus Dihindari

12 hari lalu

Lulur Tradisional Kembali Populer, Ini Manfaat Bahan Alami untuk Kulit

22 hari lalu

Bukan Air Putih Saja, Dokter Ungkap Cairan Ini Bisa Bantu Cegah Kulit Kering

22 hari lalu

Kulit Tetap Kering Meski Rajin Minum Air Putih, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal