"Kami tidak ingin berbicara tentang menciptakan wajah yang berbeda, tetapi bagaimana membantu mengembalikan karakter dan struktur wajah seseorang secara lebih natural melalui pendekatan yang tepat dan personalized," ujar dr. Chandra dalam keterangan resminya, Minggu (23/8/2026).
Pada proses penuaan, wajah dapat mengalami perubahan volume dan struktur. Area pipi misalnya, dapat kehilangan volume sehingga kontur wajah terlihat lebih turun. Sementara itu, garis rahang atau jawline juga bisa tampak kurang tegas.
Karena itu, kata dr Chandra, facial lifting dengan pendekatan modern tidak selalu berarti menarik kulit agar terlihat kencang. Evaluasi terhadap volume dan struktur wajah juga menjadi bagian penting sebelum dokter menentukan tindakan.
Dalam Volulift 2.0, HA dan PCL memiliki fungsi yang berbeda.
Hyaluronic Acid (HA) digunakan untuk membantu memberikan efek volumizing, lifting, sekaligus hidrasi pada tahap awal. Sementara Polycaprolactone (PCL) berfungsi sebagai collagen stimulator yang bekerja secara progresif dengan merangsang pembentukan kolagen.
Kombinasi keduanya kemudian ditujukan untuk memberikan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan yang terlihat setelah tindakan, tetapi juga pada proses restorasi wajah secara bertahap.