Hindari Risiko Hipertensi, Begini Cara Tepat Mengolah Daging

Siska Permata Sari
Daging kambing. (Foto: Foodnetwork)

"Tim menemukan bahwa subjek yang makan daging sapi, ayam, atau ikan panggang, atau bakar setidaknya 15 kali setiap bulan, 17 persen lebih mungkin untuk mengalami tekanan darah tinggi daripada mereka yang mengonsumsi makanan ini kurang dari empat kali per bulan," kata Ketua Penelitian Gang Liu, PhD seperti dikutip dari Medical News Today, Selasa (13/8/2019).

Ternyata, ini ada hubungannya dengan kadar amina aromatik heterosiklik (HAA), senyawa yang berpotensi berbahaya dan diproduksi ketika daging dimasak pada suhu tinggi.

"Studi ini mengungkapkan bahwa peserta yang mengonsumsi tingkat HAA yang lebih tinggi berada pada risiko 17 persen lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi senyawa dengan kadar lebih rendah," kata dia.

Liu mengatakan, HAA dan bahan kimia lainnya yang diproduksi oleh memasak suhu tinggi dapat menyebabkan tekanan oksidatif, peradangan dan resistensi insulin, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Walaupun penelitian ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, namun disarankan untuk menurunkan tekanan darah dengan mengubah metode memasak daging dan ikan, terutama suhu.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Hanya Asam Urat, Fruktosa Berlebih Bisa Picu Hipertensi!

57 tahun lalu

Benarkah Makan Buah Bisa Bikin Asam Urat? Guru Besar IPB Kasih Paham!

57 tahun lalu

Jangan Tunggu Payudara Bengkak Baru Pompa ASI, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Stres Bisa Ganggu Produksi ASI, Ini Penjelasan Konselor Laktasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal