Prof Anggraini menjelaskan perubahan genetik pada virus influenza dapat terjadi melalui dua mekanisme, yakni antigenic drift dan antigenic shift.
Antigenic drift merupakan perubahan kecil pada virus yang berlangsung secara berkala. Sementara antigenic shift merupakan perubahan besar pada struktur virus yang dapat terjadi secara mendadak.
Ketika terjadi perubahan pada struktur virus, sistem kekebalan tubuh manusia dapat kesulitan mengenali virus tersebut karena belum memiliki antibodi yang sesuai.
"Karena manusia itu belum memiliki antibodinya, sehingga tidak heran kok lebih berat, kok lebih luas penyebarannya," kata Prof Anggraini.
Vaksinasi Jadi Salah Satu Pencegahan
Untuk melindungi diri dan keluarga, masyarakat dianjurkan menerapkan langkah pencegahan, termasuk vaksinasi influenza secara rutin.
IDAI menyebut vaksinasi dapat menjadi salah satu upaya untuk mencegah infeksi influenza A dan B sekaligus menurunkan risiko komplikasi akibat penyakit tersebut.
"Sudah bisa flu A dan B ini kita cegah dengan vaksinasi. Nah, ini yang kita katakan tadi, takut deh kita mengalami mutasi, semoga tidak terjadi yang kita katakan antigenic shift," katanya.