Jadi Tantangan Kesehatan, Dunia Butuh Langkah Konkret Atasi Dampak Merokok

Dani M Dahwilani
Epidemi merokok masih menjadi tantangan kesehatan global di berbagai negara termasuk Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)

Menurutnya, berbagai pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan THR dapat melengkapi kebijakan pengendalian tembakau yang sudah ada. Di Inggris, diperkirakan sekitar 20 ribu-30 ribu perokok dewasa berhasil berhenti merokok setiap tahun setelah beralih ke rokok elektronik.

Sementara itu, di Jepang, penjualan rokok konvensional turun hingga 52 persen setelah diperkenalkannya produk tembakau yang dipanaskan. Di sejumlah negara lain, peningkatan penggunaan produk nikotin bebas asap juga diikuti dengan penurunan prevalensi merokok serta berkurangnya insiden kanker paru.

Peluang Indonesia Pimpin Transformasi Pengendalian Tembakau di ASEAN

Berangkat dari pengalaman tersebut, Tikki menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin transformasi kebijakan pengendalian tembakau di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara melalui pendekatan yang lebih inovatif, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pengurangan risiko.

Sebagai negara dengan jumlah perokok dewasa terbesar di kawasan sekaligus memiliki kapasitas riset yang terus berkembang, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan THR yang proporsional dan berbasis bukti.

Tikki menambahkan, potensi tersebut didukung oleh semakin berkembangnya ekosistem riset di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menerbitkan penelitian terkait THR, yang menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik menghasilkan emisi zat berbahaya dan berpotensi berbahaya dalam jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan rokok yang dibakar.

Dia menilai pendekatan tersebut semakin relevan bagi Asia Tenggara yang masih menjadi salah satu kawasan dengan konsumsi tembakau terbesar di dunia, yaitu sekitar 25 persen pengguna tembakau global berada di ASEAN.

“Penerapan strategi-strategi ini sebagai bagian dari Visi Indonesia 2045 dapat memberikan kontribusi besar bagi kesehatan masyarakat. Strategi ini juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di kawasan. Apabila strategi-strategi tersebut juga diterapkan di negara-negara lain sejalan dengan semangat Visi Komunitas ASEAN 2045 (ASEAN Community Vision 2045), hal ini dapat mewujudkan ASEAN yang lebih tangguh demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Tikki.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Nikotin Bikin Ketergantungan, Benarkah Jadi Penyebab Utama Kanker? Begini Kata Ahli

31 hari lalu

5 Fakta Mengapa Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok, Nomor 3 karena Zat Ini

31 hari lalu

7 Tips Berhenti Merokok agar Tak Gagal Lagi, Dokter: Tak Cukup Modal Niat

1 bulan lalu

Berkali-kali Gagal Berhenti Merokok? Dokter Ungkap Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal