JAKARTA, iNews.id - Ungkapan "kacang lupa kulitnya" ternyata bukan hanya peribahasa yang menggambarkan seseorang lupa jasa orang lain. Dalam ilmu psikologi, perilaku tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hubungan sosial seseorang.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, mengatakan rasa syukur atau gratitude merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Menurut dia, tidak ada orang yang benar-benar meraih kesuksesan tanpa bantuan dari orang lain.
"Pas dia susah, kamu yang paling depan bantu. Tapi begitu dia berhasil, kamu malah dianggap enggak pernah ada. Padahal ya, dalam hidup itu hampir tidak ada orang yang berhasil sendirian. Pasti selalu ada keluarga, teman, pasangan, mentor, atau bahkan orang asing yang pernah memberi kesempatan, teman-teman," kata dr Aditya dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Dia menjelaskan, mengabaikan kontribusi orang lain bukan hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang. Sebaliknya, berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa membiasakan rasa syukur berkaitan erat dengan meningkatnya kebahagiaan dan kesehatan mental.
"Dalam ilmu psikologi, rasa syukur atau gratitude itu bukan sekadar sopan santun. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kemampuan mengingat dan menghargai bantuan orang lain itu berkaitan dengan hubungan sosial di mana yang lebih sehat dan kesejahteraan psikologis yang lebih baik," ujarnya.