Jangan Jadi Kacang Lupa Kulit, Dokter Ungkap soal Kesehatan Mental

Niko Prayoga
Dalam ilmu psikologi, istilah Kacang Lupa Kulit dapat berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hubungan sosial seseorang. (foto: Ilustrasi AI)

Menurut dr Aditya, orang yang secara konsisten mempraktikkan rasa syukur cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, emosi yang lebih stabil, serta ketahanan mental (resilience) yang lebih baik saat menghadapi berbagai tantangan hidup.

Sebaliknya, ketika seseorang hanya berfokus pada pencapaiannya sendiri dan merasa seluruh keberhasilan diraih tanpa bantuan siapa pun, hubungan dengan orang-orang di sekitarnya berpotensi merenggang. Sikap tersebut juga dapat meninggalkan luka emosional bagi mereka yang pernah memberikan pertolongan.

"Sebaliknya, ketika seseorang selalu fokus pada dirinya sendiri dan mengabaikan kontribusi orang lain, hubungan yang dulu dekat itu bisa perlahan merenggang. Karena orang mungkin lupa apa yang kita berikan, tapi mereka jarang lupa bagaimana mereka dihargai atau diabaikan," katanya.

Dia pun mengingatkan bahwa menghargai setiap dukungan yang diterima bukan sekadar bentuk kesopanan, melainkan kebiasaan yang dapat memperkuat hubungan interpersonal sekaligus menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
11 jam lalu

Perempuan 40 Tahun ke Atas Dianjurkan Rutin Olahraga, Ini Alasannya

3 hari lalu

Bukan Cuma Makanan, Ade Rai Sebut Informasi Sehari-hari Ikut Menentukan Kesehatan Mental

3 hari lalu

Masalah Gangguan Mental Meningkat Serang Usia SMP dan SMA, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

Banyak Remaja Indonesia Terdeteksi Gangguan Mental, Kemenkes Bongkar Datanya! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal