Jangan Sepelekan Kanker Limfoma Hodgkin, Kenali Penanganan dan Terapinya!

Vien Dimyati
Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin (Foto: Shutterstock)

Perlu diketahui, Limfoma Hodgkin (LH) adalah salah satu jenis kanker yang berasal dari sel darah putih yang disebut limfosit. Limfosit merupakan komponen sistem limfatik yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Menurut data Globocan tahun 2020, di Indonesia terdapat 1.188 kasus baru limfoma Hodgkin dengan kematian sebanyak 363 kasus.

Eva Susanti selaku direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular Kementerian Kesehatan menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh POI Jaya. “Kami mengapresiasi segala bentuk kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat mengenai penyakit kanker di Indonesia. Akses terhadap informasi dan edukasi seputar penyakit kanker di Indonesia harus terus dilakukan oleh semua pihak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata dr Eva.

“Kanker yang ditemukan pada stadium awal melalui deteksi dini dan ditangani secara tepat akan memberikan peluang kesembuhan 90 persen. Apalagi saat ini pengobatan untuk Limfoma Hodgkin telah tersedia dan tercakup di dalam BPJS Kesehatan. Untuk itu, Masyarakat jangan ragu untuk segera melakukan deteksi dini,” kata dr. Eva.

Perlu diketahui, ada sejumlah faktor risiko yang meningkatkan seseorang terkena Limfoma Hodgkin di antaranya, pertama , Infeksi virus Epstein-Barr. Satu dari 1.000 orang yang terinfeksi virus Epstein-Barr berisiko terkena limfoma Hodgkin.

Kedua, sistem imun. Risiko meningkat pada orang yang terinfeksi HIV (virus penyebab AIDS), orang yang mengonsumsi obat-obatan penekan sistem kekebalan tubuh, dan orang dengan penyakit autoimun. Ketiga, riwayat keluarga. Saudara laki-laki dan perempuan dengan penyakit ini memiliki risiko lebih tinggi terkena LH. Risiko ini sangat tinggi untuk kembar identik dari seorang pasien LH.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
13 jam lalu

Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

14 jam lalu

Studi UGM: Vaksin DBD Berpotensi Turunkan Kasus Rawat Inap dan Kematian

18 jam lalu

Catat! Dokter Tegaskan Makan Telur Tidak Bikin Bisulan

1 hari lalu

Lewat Buku Cerita, Anak Pejuang Kanker Diajak Hadapi Pengobatan dengan Penuh Keberanian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal