Keluarga Bisa Picu Perilaku Bully, Ini Kata Psikolog

Grace Caterina Karinda
Psikolog Kasandra Putranto ingatkan bahaya mem-bully seseorang. (Foto: iNews.id/Grace Caterina)

"Di sekolah-sekolah aja itu dianggap biasa. Misalnya, ada seorang anak yang suka dorong-dorong apa segala macam dan mereka bilang, 'Ah nggak papa lah, baru digituin.' Jadi ketika bully dilumrahin, dianggap normal, dianggap wajar, dimaklumin, ya dia akan gitu terus. Jadi, situasinya sudah seperti itu sekarang. Kita ada di dunia yang seperti itu," tuturnya kepada iNews.id.

Kasandra berharap agar pemerintah Indonesia dapat lebih memberikan pengertian pada masyarakat luas mengenai bahaya bully. Sebab, masyarakat perlu mengetahui bahwa bully dapat berdampak buruk bagi korbannya.

"Saya berharap bahwa tidak sekadar wacana, sosialisasi, edukasi, nggak bisa. Harus ada perubahan berulang. Bagaimana caranya? Supaya anak-anak Indonesia lahir dengan sehat, bebas dari kekerasan, bebas dari kemungkinan adiksi, dan bebas dari kemungkinan depresi. Jadi, pola asuh harus diganti," katanya.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
15 jam lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Health
3 hari lalu

Jangan Anggap Remeh Olahraga, Ini 5 Dampak Buruk Jika Tubuh Jarang Bergerak

Health
3 hari lalu

Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!

Seleb
3 hari lalu

Sedih, Penyakit Diding Boneng Kambuh setelah Rumah Roboh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal