"Nah, kalau habis sahur tidur lagi boleh? Boleh, yang terganggu apa? Jam tidur sama pencernaan. Kamu tidur sahur habis subuhan berarti 4.20 terus tidur 4.30. Bisa bangun kamu jam 7.00? Enggak. Berantakan itu pasti. Berantakan pasti bangun jam 9.00 atau bangun jam 7.00 tapi sekitar dini hari nya berantakan,” ujar dr Tirta, dikutip Selasa (24/2/2026).
Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti mesin yang dipaksa mati dan hidup secara mendadak. Tubuh yang baru saja aktif untuk sahur kemudian dipaksa kembali tidur dalam waktu singkat.
"Karena kayak ibarat mati, hidup, mati lagi gitu kan," ucap dia.
Sebagai solusi, dr Tirta menyarankan agar masyarakat mencari aktivitas ringan setelah sahur atau subuh. Dengan begitu, rasa kantuk bisa dialihkan tanpa harus kembali tidur.
"Jadi sebaiknya habis sahur makanya banyak orang yang olahraga habis sahur. Apa? Nge-gym. Jadi ini yang laris malah gym 24 jam karena habis sahur nge-gym. Tapi kalau nggak nge-gym ya apa? Yang diwajibkan dzikir atau ngaji gitu sambil menunggu kerja,” kata dr Tirta.
Menurut dia, tidak tidur setelah subuh bukan hanya berdampak pada kesehatan biologis, tetapi juga sejalan dengan anjuran spiritual dalam Islam. Waktu pagi dapat dimanfaatkan untuk beribadah atau berolahraga agar ritme tubuh tetap stabil sepanjang hari berpuasa.
"Ya memang kan sunahnya habis sahur disuruhnya ngaji sama zikir. Jadi jangan tidur lagi Mas kalau habis sahur dan subuhan," ujarnya.