JAKARTA, iNews.id – Tiap hari buka puasa pakai gorengan memang terasa nikmat dan sulit dihindari. Rasanya gurih, teksturnya renyah, serta mudah ditemukan di berbagai sudut kota menjelang magrib.
Buka puasa adalah momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan haus. Tak sedikit orang langsung memilih gorengan sebagai menu pembuka sebelum menyantap makanan utama.
Namun di balik kenikmatannya, kebiasaan tiap hari buka puasa pakai gorengan menyimpan risiko kesehatan yang tak bisa dianggap sepele. Terlebih saat perut kosong selama belasan jam, tubuh sebenarnya memerlukan asupan ringan dan mudah dicerna untuk mengembalikan energi secara bertahap.
Gorengan cenderung tinggi lemak dan kalori. Banyak pula yang digoreng menggunakan minyak dalam jumlah besar, bahkan dipakai berulang kali.
Jika dikonsumsi sesekali mungkin tidak menimbulkan masalah berarti. Akan tetapi, bila hampir setiap hari berbuka diawali dengan gorengan, potensi gangguan kesehatan bisa meningkat.
Berikut lima risiko kesehatan yang perlu diwaspadai jika terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan, dirangkum iNews Media Group, Jumat (20/2/2026).
1. Gangguan Pencernaan
Saat berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong selama berjam-jam. Mengisi perut secara mendadak dengan makanan tinggi lemak seperti gorengan bisa membuat sistem pencernaan “kaget”.
Akibatnya, perut terasa kembung, mual, bahkan muncul nyeri pada ulu hati. Makanan berminyak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga memperlambat proses pengosongan lambung.
Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah berbuka. Alih-alih segar kembali, sebagian orang justru merasa begah dan tidak bertenaga.