Dokter Evan menegaskan, pembentukan kista tidak terjadi dalam hitungan hari. Prosesnya bisa memakan waktu, tergantung tingkat keparahan cedera.
Jika robekan cukup besar: kista bisa terbentuk lebih cepat
Jika robekan kecil berulang: butuh waktu lebih lama
Artinya, gejala yang awalnya ringan seperti pegal atau nyeri sering kali menjadi tanda awal yang kerap diabaikan.
Meski terdengar serius, kista bahu tidak selalu harus ditangani dengan operasi. "Prinsipnya, kami mulai dari non-operatif dulu. Fisioterapi, obat, itu yang utama," jelas dr Evan.
Langkah penanganan biasanya meliputi:
- Istirahat dari aktivitas berat
- Fisioterapi
- Obat pereda nyeri dan peradangan
Jika kondisi tidak membaik atau justru memburuk, barulah dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti MRI untuk melihat tingkat kerusakan. Operasi menjadi pilihan terakhir, misalnya untuk membersihkan kista hingga memperbaiki robekan tendon.
Di kesempatan yang sama, dr Evan menekankan bahwa kunci utama mencegah cedera saat berolahraga adalah keseimbangan antara latihan dan pemulihan.
Tanpa waktu istirahat yang cukup, tubuh tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berkembang menjadi cedera serius seperti kista.