Usai cerita si netizen viral di media sosial, beberapa praktisi kesehatan memberi tanggapan atas kejadian ini. Salah satunya adalah Dokter Spesialis THT Bedah Kepala dan Leher, Konsultan Fasial Plastik dan Rekonstruksi THT dr Al Hafiz, Sp.THT-BKL, Subsp.FPR (K).
Dokter Hafiz menjelaskan bahwa normalnya pembuluh darah punya 'katup' supaya aliran darah hanya satu arah. Nah, di sekitar hidung dan mata, pembuluh darah ini tidak punya katup, sehingga aliran darah bisa bolak-balik.
"Kalau ada infeksi di hidung, jerawat bernanah di sekitar hidung atau bibir atas, kuman bisa ikut terbawa aliran darah yang berbalik arah menuju bagian dalam kepala, tepatnya ke area pembuluh darah besar di dekat otak (sinus kavernosus)," kata dr Al Hafiz.
"Itulah sebabnya infeksi di sekitar hidung tidak boleh dianggap sepele. Jerawat di segitiga berbahaya wajah tidak boleh dipencet sembarangan, karena infeksi bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kondisi berat seperti radang selaput otak atau pembekuan pembuluh darah di kepala," tambah dr Al Hafiz.
Selain itu, Dokter Spesialis Bedah Saraf dr Rhonaz Putra Agung menjelaskan bahwa sejatinya sang istri dalam cerita ini tidak usah merasa bersalah sepenuhnya. Sebab, masalah yang dialami suaminya iyu tidak hanya diakibatkan dari memencet jerawat di area hidung.
"Cuma mau kasih tahu, ini bukan kesalahan kakaknya. Pendarahan otak bukan akibat jerawatnya dipencet, tapi kemungkinan underlying disease penyakit hipertensi yang diderita pasien atau ada kelainan pembuluh darah seperti aneurisma dan AVN," kata dr Rhonaz.
"Jadi, jangan terbebani dengan rasa bersalahnya, kak. Please tag kakaknya, kasiha dihantui perasaan bersalah seumur hidup," tambah dr Rhonaz.