Dalam proses pemeriksaan, dokter menanyakan apakah sebelumnya ada tindakan memencet jerawat di area hidung. Pertanyaan itu membuat sang istri terdiam. Ia baru menyadari bahwa jerawat yang dipencet berada di area segitiga kematian, zona wajah yang sangat sensitif karena terhubung langsung dengan pembuluh darah menuju otak.
Dokter kemudian mengedukasi bahwa infeksi di area tersebut dapat menyebar cepat ke otak dan memicu komplikasi fatal, termasuk pendarahan otak. Mendengar penjelasan itu, sang istri mengaku syok, lemas, dan diliputi rasa bersalah yang mendalam.
Meski telah menjalani operasi, takdir berkata lain. Dua hari setelah tindakan medis, sang suami dinyatakan meninggal dunia. Mendengar kabar tersebut, sang istri pingsan dan mengaku dunianya seakan runtuh seketika.
Kisah ini pun menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak meremehkan jerawat, terutama di area hidung dan sekitar mulut. Sang istri berharap tragedi yang menimpa keluarganya bisa menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.
“Lebih baik cari tahu dulu dan ditangani dengan benar. Jangan sembarangan,” tulis si istri, dikutip Rabu (21/1/2026).
Si istri pun memohon doa agar sang suami mendapat ketenangan di sisi Tuhan. Dia pun kembali mengingatkan agar tidak sembarang memencet jerawat, terutama jika jerawat itu ada di area segitiga kematian di wajah.