Menurutnya, konsumsi air putih saja tidak selalu cukup apabila kondisi lingkungan membuat tubuh kehilangan banyak cairan.
"Nah kalau kamu minum air putih tapi kelembaban udara luar sangat kering, ya tetap kering. Minumnya bukan hanya air putih, tetapi air-air yang mengandung elektrolit. Jadi harus seimbang. Kalau air putih tok, ya tubuh akan keluarin, jadinya kencing," kata dr. Tirta.
Dengan demikian, menjaga kulit tetap lembap tidak hanya bergantung pada jumlah air putih yang diminum. Memperhatikan kondisi lingkungan, memenuhi kebutuhan cairan, serta menjaga keseimbangan elektrolit menjadi bagian penting untuk membantu kesehatan kulit.