JAKARTA, iNews.id – Kurang tidur ternyata tidak hanya membuat tubuh mengantuk dan lemas keesokan harinya. Kondisi ini juga dapat memengaruhi cara seseorang mengendalikan emosi, sehingga menjadi lebih mudah tersinggung, reaktif, bahkan defensif saat berinteraksi dengan orang lain.
Edukator sekaligus sleep coach Indonesia, Vishal Dasani, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan kemampuan otak dalam memproses emosi secara jernih. Akibatnya, hal-hal kecil yang biasanya dianggap biasa dapat terasa sebagai kritik atau serangan.
"Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif," kata Vishal dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurut Vishal, tubuh yang belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup membuat kapasitas otak untuk berpikir tenang ikut menurun. Kondisi ini menyebabkan seseorang lebih sulit mengendalikan respons emosional ketika menghadapi komentar atau pendapat dari orang lain.
“Masukan kecil terasa seperti serangan, komentar biasa terasa seperti kritik, orang kasih saran kamu langsung merasa perlu membela diri. Bahkan kadang, kamu jadi merasa paling benar dan susah menerima masukan," katanya.