"Orang dengan lingkar paha kecil (di bawah 55-60 cm) memiliki risiko kematian dini akibat penyakit jantung yang lebih tinggi," jelasnya.
Namun, temuan tersebut tidak bisa dimaknai bahwa semakin besar ukuran paha seseorang, otomatis semakin sehat jantungnya. Lingkar paha yang dimaksud berkaitan dengan massa otot, bukan sekadar ukuran akibat lemak atau jaringan tubuh lainnya.
dokter Adam menjelaskan, lingkar paha dapat menjadi salah satu gambaran mengenai massa otot seseorang. Massa otot paha yang cukup juga dapat mencerminkan kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan metabolik dan cadangan fisik ketika seseorang memasuki usia lanjut.
"Mengapa bisa begitu? Lingkar paha mencerminkan massa otot paha yang merupakan indikator. (Pertama) massa otot tubuh keseluruhan, kesehatan metabolik yang lebih baik, cadangan fisik yang lebih baik saat usia lanjut," tutur dr. Adam.
Dengan demikian, temuan mengenai lingkar paha tersebut lebih tepat dilihat sebagai salah satu indikator kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh, bukan sebagai ukuran tunggal untuk menentukan seseorang memiliki risiko penyakit jantung atau tidak.