Brand Executive Purbasari, Carensca, mengatakan generasi muda saat ini juga dapat mengenal kembali kekayaan perawatan tradisional Indonesia tanpa harus selalu bergantung pada produk dari luar negeri.
"Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu yang kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujar Carensca, belum lama ini.
Kehadiran lulur dalam format yang lebih praktis membuat tradisi tersebut berpeluang kembali menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.
Apalagi, tren self-care kini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan skincare untuk wajah. Perawatan tubuh juga semakin mendapat perhatian sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga kebersihan sekaligus memberikan waktu bagi diri sendiri.
Lulur tradisional pun memiliki peluang untuk kembali populer dengan pendekatan tersebut. Tradisi kecantikan Nusantara tidak harus ditinggalkan ketika tren perawatan kulit berubah.