Ketika seseorang makan dalam jumlah besar menjelang waktu tidur, tubuh tetap harus memproses asupan tersebut saat sistem metabolisme mulai memasuki fase istirahat. Kondisi ini dapat membuat pengaturan gula darah menjadi kurang optimal.
Jangan Sering Ngemil Larut Malam
Kebiasaan makan atau ngemil terus-menerus hingga larut malam juga membuat tubuh memiliki waktu yang lebih pendek tanpa asupan makanan. Padahal, periode tanpa makanan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mengatur kembali kadar gula darah dan respons insulin.
Intermittent fasting memanfaatkan periode tersebut dengan membatasi waktu seseorang mengonsumsi makanan. Salah satu pola yang populer adalah 16:8, yakni puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela delapan jam.
Ketika seseorang tidak terus-menerus makan, terutama pada malam hari, sensitivitas insulin berpotensi meningkat. Tubuh kemudian dapat menjadi lebih baik dalam mengatur kadar gula darah.
Sensitivitas insulin penting bagi kesehatan secara keseluruhan karena resistensi insulin dikaitkan dengan berbagai gangguan metabolisme. Kondisi tersebut juga disebut berperan dalam proses penuaan otak.