Dia mengingatkan agar masker dipasang rapat di bagian hidung, sehingga mengurangi celah yang memungkinkan udara masuk dari sisi masker.
"Bagusnya itu memang dipaskan di hidung. Jadi dia memang meng-cover area atas hidung. Tujuannya apa ya? Itu supaya tidak ada celah untuk udara masuk," ujarnya.
Meski demikian, CDC mencatat bahwa masker sekali pakai memiliki tingkat filtrasi yang bervariasi dan umumnya tidak memiliki standar perlindungan seperti respirator N95. Karena itu, untuk paparan abu vulkanik, N95 menjadi pilihan yang lebih tepat jika tersedia.
Intinya, perlindungan dari abu vulkanik bukan dilakukan dengan membasahi masker atau sekadar menambah jumlah lapisan masker. Yang lebih penting adalah memilih respirator yang sesuai, memastikan pemakaiannya rapat, serta mengurangi paparan abu sebanyak mungkin.
CDC juga menyarankan masyarakat menghindari area yang mengalami hujan abu dan tetap berada di dalam ruangan apabila memungkinkan. Jika harus keluar, penggunaan respirator N95 menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan abu ke saluran pernapasan.
Jadi, klaim masker basah lebih ampuh menangkal abu vulkanik adalah keliru. Jangan membasahi masker dengan harapan kemampuan filternya meningkat. Gunakan masker atau respirator sesuai peruntukannya dan pastikan terpasang dengan benar.