"Pertama, fungsinya sebagai detoks alami. Dengan kita mengeluarkan air mata, tubuh kita bisa menurunkan hormon kortisol. Ini adalah hormon stres. Kedua, hormon oksitosin dan hormon endorfin kita akan naik. Dan ini adalah hormon-hormon yang meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental," ujarnya.
Selain membantu mengurangi hormon stres, menangis juga dapat meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin. Kedua hormon tersebut berkaitan dengan peredaan rasa nyeri, baik secara fisik maupun mental.
Manfaat lainnya, menangis dapat membuat tubuh lebih rileks dan santai. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas saraf parasimpatik yang dapat muncul ketika seseorang menangis.
Karena itu, Budi mengingatkan masyarakat tidak perlu menganggap menangis sebagai tanda kelemahan. Menurut dia, menangis dapat menjadi salah satu cara alami untuk membantu mengurangi gejala overthinking.
"Jadi ingat ya, nangis itu bukan menandakan diri kita lemah. Justru ini adalah teknik alami bisa mengurangi gejala-gejala overthinking yang membuat kita memiliki masalah," kata Budi.