Mengenal Pagophagia, Kebiasaan Mengunyah Es Batu Tanda Kekurangan Zat Besi

Niko Prayoga
Kebiasaan mengunyah es batu secara berulang atau pagophagia bisa menjadi salah satu tanda tubuh mengalami kekurangan zat besi. (Foto: Ilustrasi/AI)

Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika kebiasaan mengunyah es batu dilakukan berulang kali. Es yang licin juga berpotensi tertelan secara tidak sengaja, terutama ketika seseorang mengunyahnya sambil berbicara.

Sebab itu, Budi mengimbau masyarakat yang memiliki kebiasaan tersebut untuk berhenti mengunyah es batu dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah kebiasaan itu berkaitan dengan kekurangan zat besi atau kondisi lain.

“Kalau elu atau teman-teman lu hobinya ngunyah es batu, kata gue sih stop. Segera datang ke Puskesmas buat cek. Sayang banget kan udah ganteng dan cantik, masa kurang darah sih?,” kata Budi.

Mengenali pagophagia dan kemungkinan penyebabnya, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan dorongan mengunyah es batu yang muncul terus-menerus. Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi kesehatan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Suka Ngunyah Es Batu? Menkes Ingatkan Risiko Anemia hingga Gigi Retak

2 bulan lalu

BAB Jadi Coklat Gelap setelah Minum Zat Besi, Normal atau Berbahaya?

4 bulan lalu

Perempuan Kehilangan Zat Besi saat Menstruasi, Ini Makanan Wajib Dikonsumsi

12 bulan lalu

Peringatan untuk Gen Z! Doyan Minum Kopi dan Makan Seblak Rentan Kena Anemia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal