Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika kebiasaan mengunyah es batu dilakukan berulang kali. Es yang licin juga berpotensi tertelan secara tidak sengaja, terutama ketika seseorang mengunyahnya sambil berbicara.
Sebab itu, Budi mengimbau masyarakat yang memiliki kebiasaan tersebut untuk berhenti mengunyah es batu dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, seperti puskesmas. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah kebiasaan itu berkaitan dengan kekurangan zat besi atau kondisi lain.
“Kalau elu atau teman-teman lu hobinya ngunyah es batu, kata gue sih stop. Segera datang ke Puskesmas buat cek. Sayang banget kan udah ganteng dan cantik, masa kurang darah sih?,” kata Budi.
Mengenali pagophagia dan kemungkinan penyebabnya, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan dorongan mengunyah es batu yang muncul terus-menerus. Pemeriksaan sejak dini membantu memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi kesehatan.