Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa

Muhammad Sukardi
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingin teknologi LVAD untuk gagal jantung dapat menjangkau pasien lebih banyak di Indonesia. (Foto: Niko Prayoga)

Menkes berharap pengalaman yang diperoleh dari pengembangan layanan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun jejaring layanan yang lebih luas.

"Saya berharap HeartSpan.ai dan Borderless Healthcare Group dapat mengembangkan kolaborasi ini dari RSCM ke pusat lain, terutama di luar Jawa," kata Budi.

Dorongan tersebut menunjukkan bahwa persoalan layanan gagal jantung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan alat. Ketika teknologi medis semakin maju, tenaga kesehatan yang mampu menggunakannya, sistem rujukan, rehabilitasi, hingga pemantauan pasien setelah tindakan juga harus berkembang secara bersamaan.

Kebutuhan Pasien Gagal Jantung Masih Besar

Budi menyebut sekitar 5 juta orang di Indonesia mengalami gagal jantung. Kondisi tersebut juga disebut berkaitan dengan angka kematian yang mencapai lebih dari 250.000 orang setiap tahun.

"Gagal jantung adalah pembunuh kedua di Indonesia dengan kematian setiap tahun lebih dari 250.000," ujar Budi.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
18 hari lalu

LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

1 bulan lalu

Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

1 bulan lalu

Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!

2 bulan lalu

Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal