Menkes Budi Soroti Layanan LVAD di Indonesia, Tak Ingin Hanya Terpusat di Jawa

Muhammad Sukardi
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingin teknologi LVAD untuk gagal jantung dapat menjangkau pasien lebih banyak di Indonesia. (Foto: Niko Prayoga)

Besarnya jumlah pasien membuat pengembangan layanan lanjutan menjadi bagian penting dalam penanganan penyakit jantung di Indonesia.

LVAD merupakan alat bantu mekanis yang bekerja membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Teknologi tersebut dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien tertentu dengan gagal jantung berat, sehingga penggunaannya tetap membutuhkan penilaian medis dan pemilihan pasien yang tepat. 

Bukan Sekadar Memasang Alat

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular dengan Sub Spesialis Konsultan Bedah Jantung Dewasa RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr M Arza Putra, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) sebelumnya menekankan bahwa keberhasilan penanganan pasien dengan LVAD sangat dipengaruhi oleh ketepatan memilih pasien dan waktu intervensi.

"Hal yang paling penting untuk kasus pertama adalah pemilihan pasien. Waktu sangat penting," ujar dr Arza. 

Pasien yang terlambat mendapatkan penanganan dapat mengalami penurunan fungsi sejumlah organ. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa membuat intervensi menjadi semakin kompleks.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
18 hari lalu

LVAD Buka Harapan Baru Pasien Gagal Jantung Berat, Ini Alasannya

1 bulan lalu

Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya

1 bulan lalu

Pompa Jantung Terkecil di Dunia Dipasang di RSCM, Pasien Langsung Lepas Ventilator!

2 bulan lalu

Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal