Makanan tinggi garam juga perlu diperhatikan. Garam memang tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol, tetapi konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan turut memperbesar risiko masalah kardiovaskular.
Lantas, apakah penderita kolesterol tinggi harus menghindari sarapan?
Jawabannya tidak. Justru, melewatkan sarapan secara rutin juga dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta diabetes tipe 2.
Karena itu, yang perlu dihindari bukan sarapannya, melainkan pilihan menu yang kurang sehat.
Penderita kolesterol tinggi dapat memilih makanan yang lebih kaya serat, seperti oatmeal, gandum utuh, buah dan sayuran. Serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol yang diserap oleh usus.
Sumber protein dan lemak sehat juga dapat menjadi bagian dari menu sarapan. Ikan seperti salmon dan trout, misalnya, mengandung omega-3 yang dapat membantu menjaga kadar trigliserida dan mendukung kesehatan jantung.