Minus Mata Cepat Bertambah? Dokter Ingatkan Bisa Jadi Tanda Penyakit Kornea

Muhammad Sukardi
Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics dr Sharita R. Siregar, SpM(K). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang menganggap perubahan ukuran kacamata merupakan hal yang wajar seiring bertambahnya usia atau aktivitas di depan layar. Namun, dokter mata mengingatkan bahwa minus atau silinder yang terus bertambah dalam waktu singkat bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kornea yang tidak boleh diabaikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan jarak dekat maupun jauh. Dari jumlah tersebut, sekitar 1 miliar kasus sebenarnya dapat dicegah atau belum mendapatkan penanganan yang tepat. Gangguan refraksi dan katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan secara global.

Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics sekaligus Head of Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dr Sharita R. Siregar, SpM(K), menjelaskan bahwa perubahan bentuk kornea menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai kelainan refraksi, mulai dari rabun jauh, rabun dekat, hingga mata silinder.

"Perubahan bentuk atau kelengkungan kornea dapat menyebabkan kelainan refraksi, seperti miopia atau rabun jauh, hipermetropia atau rabun dekat, serta astigmatisme atau mata silinder," kata dr Sharita dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026). 

"Pada astigmatisme reguler, kelengkungan kornea masih berpola teratur dan umumnya dapat dikoreksi dengan kacamata. Sementara pada astigmatisme tidak teratur, cahaya dapat tersebar ke beberapa titik sehingga menimbulkan pandangan berbayang, distorsi, silau, dan halo," tambahnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
23 jam lalu

Ejakulasi 21 Kali Sebulan Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat? Begini Kata Dokter

1 hari lalu

Sering Ejakulasi Belum Tentu Cegah Kanker Prostat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat

16 jam lalu

Jangan Berlebihan! Kebanyakan Makan Protein Bisa Picu 5 Masalah Kesehatan Ini

1 hari lalu

Johnson & Johnson Rela Bayar Rp90 Triliun demi Akhiri Gugatan Bedak Bayi Penyebab Kanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal