Minus Mata Cepat Bertambah? Dokter Ingatkan Bisa Jadi Tanda Penyakit Kornea

Muhammad Sukardi
Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics dr Sharita R. Siregar, SpM(K). (Foto: Istimewa)

Menurutnya, mengganti kacamata berulang kali tidak selalu menjadi solusi apabila penyebab utama gangguan penglihatan berasal dari perubahan struktur kornea yang bersifat progresif. Pada kondisi tersebut, ukuran kacamata yang terus berubah justru perlu menjadi perhatian.

Karena itu, seseorang disarankan segera menjalani pemeriksaan mata apabila mengalami perubahan minus atau silinder secara cepat, penglihatan tetap buram meski resep kacamata telah diperbarui, muncul pandangan ganda pada satu mata, silau saat berkendara di malam hari, hingga memiliki riwayat keratoconus dalam keluarga.

Dokter Sharita mengatakan pemeriksaan mata tidak hanya mengukur angka minus atau silinder, tetapi juga mengevaluasi kondisi kornea secara menyeluruh.

Baca Juga

"Angka minus dan silinder bukan satu-satunya penentu pilihan tindakan. Sebelum bedah refraktif, pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk memetakan kondisi mata secara menyeluruh. Dokter akan menilai bentuk dan ketebalan kornea, lapisan air mata, tekanan bola mata, ukuran pupil, retina, hingga kesehatan mata secara keseluruhan," jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi saat ini memang menyediakan berbagai pilihan penanganan gangguan refraksi. Namun, setiap pasien memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai kondisi mata masing-masing.

"Ketajaman penglihatan bukan hanya tentang terbebas dari kacamata, tetapi tentang mendapatkan kualitas penglihatan yang optimal melalui pilihan penanganan yang sesuai. Karena kondisi setiap mata berbeda, keputusan tindakan harus selalu diawali dengan pemeriksaan komprehensif dan diskusi bersama dokter spesialis mata," tutup dr Sharita.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Ejakulasi 21 Kali Sebulan Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat? Begini Kata Dokter

2 hari lalu

Sering Ejakulasi Belum Tentu Cegah Kanker Prostat, Dokter Ingatkan Gaya Hidup Sehat

1 hari lalu

Jangan Berlebihan! Kebanyakan Makan Protein Bisa Picu 5 Masalah Kesehatan Ini

2 hari lalu

Johnson & Johnson Rela Bayar Rp90 Triliun demi Akhiri Gugatan Bedak Bayi Penyebab Kanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal