"Itu virus yg ditemukan di hewan (kelelawar), mirip virus Sarcov2. Masih di kelelawar, belum ditemukan di manusia, jadi tidak perlu panik," kata Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) kepada MNC Portal.
Namun, dia menjelaskan, virus BtSY2 juga memiliki domain pengikat reseptor. Itu merupakan bagian penting dari protein yang digunakan untuk menempel ke sel-sel manusia, mirip dengan SARS-CoV-2.
Peneliti dalam laporan tersebut juga mengungkapkan, virus ini memang dapat menginfeksi manusia. Lebih lanjut, studi juga menyoroti kejadian umum penularan antar spesies dan koinfeksi virus kelelawar, serta implikasinya terhadap kemunculan virus.