Nyeri Punggung pada Lansia Jangan Disepelekan, Waspada Tanda Patah Tulang Belakang

Niko Prayoga
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Subspesialis Orthopedi Tulang Belakang Konsultan dari Siloam Hospital Mampang, dr. Dohar A.L Tobing, Sp.OT, Sp.OTB(K). (Foto: Niko Prayoga)

Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya tidak baru dilakukan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Kebiasaan kurang bergerak, jarang berolahraga, serta minim asupan kalsium dan vitamin D dapat memengaruhi pembentukan massa tulang. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tulang.

Dokter Dohar mengingatkan pentingnya membangun kepadatan tulang sejak usia muda sebagai bekal menghadapi penurunan massa tulang ketika memasuki usia tua.

"Sehingga perlu gaya hidup yang sehat untuk masa muda itu ngumpulin massa tulangnya. Sehingga pada saat estrogen ini menurun, dia punya stok kuat cukup untuk paling tidak untuk kegiatan sehari-hari," pungkasnya.

Dengan demikian, nyeri punggung pada lansia yang menetap dan tidak membaik saat beristirahat sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa. Pemeriksaan medis sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus mendeteksi kemungkinan osteoporosis maupun patah tulang belakang sebelum kondisinya semakin berat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 jam lalu

Waspada! Tubuh Makin Bungkuk dan Pendek Bisa Jadi Tanda Osteoporosis

9 hari lalu

Apakah Kekurangan Vitamin D Berisiko Osteoporosis? Dokter Bongkar Faktanya!

9 hari lalu

Osteoporosis Tak Hanya Hantui Lansia, Usia 20-an Sudah Harus Waspada!

7 jam lalu

Mengenal Sukralosa dan Neotam, Pemanis Buatan yang Viral gegara Kasus Stevia Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal