Selain mata yang tampak tidak sejajar, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada koordinasi penglihatan anak.
Beberapa di antaranya adalah anak sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, atau menyipit ketika melihat. Anak juga dapat mengalami kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, hingga mengeluhkan penglihatan ganda.
"Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu anak dewasa untuk melakukan pemeriksaan, terutama jika anak sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata, menyipit ketika melihat, kesulitan menangkap benda, sering menabrak, sulit memperkirakan jarak, atau mengeluhkan penglihatan ganda," ujar dr Lely.
Menurutnya, pemeriksaan mata penting dilakukan karena strabismus pada masa kanak-kanak tidak hanya berkaitan dengan tampilan posisi mata. Gangguan tersebut dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mengolah informasi dari kedua mata.
Jika tidak ditangani dengan tepat, anak berisiko mengalami ambliopia atau mata malas, yakni kondisi ketika kemampuan melihat salah satu mata berkembang lebih rendah dibandingkan mata lainnya.