PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang

Achmad Al Fiqri
Ilustrasi ukuran celana yang dianggap berkolerasi dengan risiko kematian. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memberikan komentar pedas terkait pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin soal ukuran celana menentukan panjang-pendek umur seseorang.

Menurut Ketum PB IDI, ukuran celana tidak bisa menjadi indikator panjang usia seseorang. Meski begitu, perut buncit memiliki risiko penyakit tertentu, salah satunya gangguan metabolik.

"Pertama, kami menyayangkan pernyataan (Menkes) tersebut. Tapi kami memahami, kan beliau orang awam. Kalau beliau orang awam, ya, seperti itu, tetapi kalau orang medis, pasti nggak seperti itu," kata Budi saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Budi menjelaskan, ukuran celana tak bisa menjadi indikator untuk melihat panjang-pendek umur seseorang. Menurutnya, banyak juga kasus orang yang memiliki ukuran celana di bawah 33 meninggal lebih dulu.

"Jadi, tidak pas beliau menyampaikan itu," ujar Budi.

Ia mengatakan, Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) dipakai untuk mengukur idealnya suatu tubuh. Namun, Budi berkata, metode penghitungan tubuh ideal ini memiliki kekurangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
12 jam lalu

Celine Evangelista Ingin Meninggal Dunia di Madinah Ikuti Anjuran Rasulullah, Ini Pengakuannya

13 jam lalu

Kabar Bahagia! Song Ji Ho dan Kim So Ri Akan Menikah Bulan Ini

13 jam lalu

Slayla Bakal Rilis Parjolo, Lagu Rap dengan Lirik Batak hingga Inggris!

11 jam lalu

Perjalanan Karier Irfan Hadari, Jadi Vokalis-Produser hingga Resmi Keluar dari Govinda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal