PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang

Achmad Al Fiqri
Ilustrasi ukuran celana yang dianggap berkolerasi dengan risiko kematian. (Foto: Freepik)

"Biasanya gulanya tinggi, tensinya tinggi, kolesterolnya tinggi. Tiga ini saja sudah 80% penyumbang penyakit," ungkap dr Djaja dalam tayangan Youtube X-Undercover, dikutip Jumat (16/5/2025).

Ilustrasi perut buncit. (Foto: Freepik)

Jika seseorang memiliki risiko sindrom metabolik, dia berpotensi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi ini sejatinya bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Misalnya saja, mengurangi makanan yang berlemak dan manis, berolahraga secara rutin, berhenti merokok, dan memastikan tidur cukup dan tidak stres.

Sindrom metabolik bukan hanya bisa dilihat dari perut buncit. Orang dengan habit gampang haus, buang air kecil sering, badan gampang capek, sakit kepala, pegal-pegal, dan sesak napas juga merupakan gejala lain sindrom metabolik.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala dapat mencegah Anda memiliki risiko sindrom metabolik.  

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 jam lalu

Profil MJ Shannon, Nenek Kim Kardashian yang Meninggal Dunia

2 jam lalu

Kabar Duka, Nenek Kim Kardashian Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun

13 jam lalu

Panas! Ruben Onsu Bantah Tak Serius Gugat Hak Asuh gegara Absen Kemarin

5 jam lalu

Menkes Ungkap Khasiat Jeruk Nipis, Tak Cuma Bikin Makanan Lebih Segar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal