Penderita Gagal Ginjal Meningkat! Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu

Mei Sada Sirait
Jumlah pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah di Indonesia terus meningkat akibat gagal ginjal. (Foto: AI)

Jika terapi dialisis dihentikan, racun dan cairan berlebih akan menumpuk dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan jantung, penurunan kesadaran, hingga berujung pada kematian.

Situasi inilah yang menjadi perhatian serius Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pasien gagal ginjal tidak memiliki pilihan untuk berhenti menjalani terapi karena menyangkut keselamatan jiwa.

"Karena itu, deteksi dini penyakit ginjal menjadi sangat penting. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kasus gagal ginjal stadium akhir yang membutuhkan cuci darah dapat ditekan," ujarnya.

Pemeriksaan rutin dianjurkan terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, serta kelompok berisiko lainnya. Langkah ini penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.

Skrining dan pengendalian faktor risiko secara konsisten, kerusakan ginjal dapat diperlambat. Harapannya, angka pasien yang harus menjalani cuci darah di Indonesia tidak terus bertambah di masa mendatang.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

4 hari lalu

Miris! Hampir 90% Pasien Hemodialisis Mulai Cuci Darah dalam Kondisi Darurat

22 hari lalu

Dokter Ingatkan Gagal Ginjal Bisa Tanpa Gejala, Cek Darah dan Urin Secara Rutin

22 hari lalu

5 Tanda Orang Alami Gagal Ginjal Tanpa Disadari, Awas Jangan Sampai Ketahuan Setelah Sakit Parah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal