Pentingnya Fasilitas Sanitasi Layak di Perdesaan, Salah Satunya Cegah Penyakit 

Vien Dimyati
Sanitasi layak untuk cegah penyebaran penyakit (Foto: AFP)

Salah satu desa penerima program, Kepala Desa Trutup, Slamet Widodo, bersyukur karena program sanitasi ini memberikan dampak besar bagi warga. "Saat ini air bersih sudah dapat memberikan manfaat bagi para petani, dan mengairi lahan pertanian seluas 10 hektare," ujar Slamet Widodo, melalui keterangannya belum lama ini.

"Kami mengapresiasi dukungan dari setiap masyarakat desa, sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Program ini bertujuan membangun hubungan baik dengan masyarakat Tuban, khususnya Desa Trutup, Maibit, Jegulo, dan Rengel. Harapannya program sanitasi ini dapat memberikan manfaat terhadap desa-desa yang berada di sekitar area proyek ExxonMobil Cepu Limited," ujar Joni Wicaksono, Public & Government Affair ExxonMobil Cepu Limited.

Ricky Adriyana Purnama, Direktur Eksekutif Yayasan Tunas Bakti Nusantara, menambahkan, program dan fasilitas ini hadir untuk masyarakat Tuban, bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Juga harapannya bisa dimanfaatkan  untuk pemberdayaan ekonomi, sehingga menciptakan masyarakat Tuban yang lebih sejahtera," kata Ricky. 

Perlu diketahui, program sanitasi masyarakat ini dilakukan setiap tahun oleh EMCL dengan mengadakan program pemberdayaan masyarakat (PPM). Tahun 2023, EMCL menggandeng Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) menjadi mitra pendamping program pemberdayaan masyarakat dalam program kesehatan, yaitu sanitasi masyarakat. Fokusnya adalah desa-desa yang secara geografis dilewati oleh pipa-pipa dari EMCL. Untuk program sanitasi masyarakat ini, terdapat empat desa di Kabupaten Tuban yang menjadi fokus utama.

Di Desa Trutup dilakukan sumur bor untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Desa Maibit dilakukan tandon air bersih. Kemudian Desa Jegulo fokus terhadap pipa jaringan dan upgrading tandon air bersih. Kemudian, Desa Rengel fokus kepada tempat pemilahan sampah. Lokasi Desa Rengel yang berdekatan dengan pasar dan tempat wisata menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di beberapa titik desa. Tidak hanya sebagai tempat sampah skala besar, namun dapat menjadi tempat pemilahan sampah.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
1 hari lalu

4 Tips Menjaga Kesehatan Metabolik, Mulai dari Pola Makan hingga Kualitas Tidur

2 hari lalu

Apakah Kanker Paru Adenokarsinoma yang Diidap Paus Leo XIV Mematikan? Ini Penjelasannya

2 hari lalu

Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru Adenokarsinoma, Kini Dirawat di RS Roma

4 hari lalu

Tim Ekspedisi Patriot ITB Luncurkan Platform Kesehatan Digital, Bantu Warga Papua Atasi Keterbatasan Obat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal