Mengenal Penyakit Refluks Gastroesofagus atau GERD, Benarkah Mematikan?

Muhammad Sukardi
Ilustrasi Penyakit Refluks Gastroesofagus. (Foto: istimewa)

Perlu diketahui, GERD bisa terjadi akibat hernia hiatus. Adanya kondisi hernia hiatus ini yang membuat LES tidak berfungsi dengan baik. GERD juga berisiko tinggi pada kelompok individu obesitas, ibu hamil, pengosongan lambung yang tertunda (gastroparesis), penyakit jaringan ikat seperti rheumatoid arthritis, scleroderma atau lupus.

Mereka yang merokok aktif, makan dan minum dalam jumlah banyak, gemar mengonsumsi cokelat, kopi, dan alkohol, makan sebelum tidur, pun konsumsi obat tertentu seperti aspirin bisa memicu terjadinya GERD.


Menjadi pertanyaan sekarang, apakah GERD mematikan?

Dijelaskan di laman Cleveland Clinic, GERD itu sendiri tidak mengancam nyawa atau mematikan. Tetapi, GERD jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang bisa mengancam nyawa, meliputi:


1. Esofagitis

Ini adalah iritasi dan peradangan yang disebabkan oleh asam lambung pada lapisan kerongkongan. Esofagtis dapat menyebabkan borok di kerongkongan hingga kesulitan menelan.


2. Barrett's esophagus

Ini adalah komplikasi dari GERD jangka panjang. Barrett's esophagus berisiko tinggi kanker kerongkongan, karena terjadi kerusakan serius di kerongkongan akibat asam yang naik ketika GERD terjadi.

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
24 hari lalu

Dokter Sarankan Segera ke IGD jika Nyeri Dada Disertai 3 Gejala Ini

2 bulan lalu

Diet Ekstrem hingga Bikin GERD Kambuh, Dokter Ungkap Bahaya Pangkas Kalori Berlebih

2 bulan lalu

Stres dan Makanan Pedas Bisa Picu GERD, Begini Kata Dokter

2 bulan lalu

Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Penyebab Dada Terasa Panas dan Mual 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal