Penanganan GERD umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat sesuai anjuran dokter. Pasien dapat diminta mengatur pola makan, menghindari makanan atau minuman pemicu, serta tidak langsung berbaring setelah makan.
Jika gejala tetap muncul meski pengobatan telah dilakukan secara optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks. Namun, prosedur tersebut hanya dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien.
2. Batu Empedu, Operasi Bisa Diperlukan
Berbeda dengan GERD, batu empedu merupakan kondisi ketika material dalam cairan empedu mengeras dan membentuk batu di kantong empedu. Sebagian pasien tidak mengalami gejala, tetapi batu yang menyumbat saluran empedu dapat menimbulkan nyeri dan komplikasi.
Jika batu empedu menimbulkan keluhan atau komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan operasi pengangkatan kantong empedu. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah laparoskopi, yaitu prosedur dengan sayatan kecil.
Pada pasien tertentu, laparoskopi dapat membantu mempercepat pemulihan dibandingkan operasi terbuka. Meski demikian, pemilihan tindakan tetap mempertimbangkan kondisi pasien dan tingkat kesulitan kasus.