Salah satu prosedur yang dapat dipertimbangkan pada pasien terpilih adalah Intersphincteric Resection (ISR). Teknik ini bertujuan mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus apabila kondisi medis memungkinkan.
“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” ujar dr Eko.
Tidak semua pasien kanker rektum memenuhi kriteria untuk menjalani prosedur ISR. Keputusan tindakan harus didasarkan pada lokasi dan karakteristik tumor, serta hasil evaluasi tim medis.
Pemeriksaan Menentukan Pilihan Terapi
Untuk menentukan penanganan yang tepat, dokter dapat menyarankan pemeriksaan sesuai gejala dan dugaan penyakit. Pemeriksaan tersebut meliputi endoskopi, kolonoskopi, serta pencitraan medis seperti CT scan atau MRI.
Nyeri perut berulang, asam lambung yang tidak membaik, dan perubahan pola buang air besar yang menetap sebaiknya tidak diabaikan. Segera cari pertolongan medis jika sakit perut terasa sangat hebat atau mendadak, disertai muntah darah, BAB berdarah atau hitam, maupun pingsan.
Perbedaan penanganan GERD, batu empedu, dan kanker usus menunjukkan pentingnya diagnosis yang akurat. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter dapat menentukan apakah pasien membutuhkan perubahan gaya hidup, pengobatan, pemeriksaan lanjutan, atau tindakan operasi.