Kondisi ini perlu diwaspadai karena osteoporosis sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Bahkan, sebagian orang baru mengetahui dirinya mengalami pengeroposan tulang setelah mengalami patah tulang atau perubahan postur tubuh.
Dokter Dohar menjelaskan, salah satu tanda yang dapat terlihat adalah tubuh yang semakin membungkuk dan tinggi badan yang berkurang. Perubahan tersebut bisa berkaitan dengan kondisi ruas tulang belakang yang mengalami penekanan atau patah akibat tulang yang sudah rapuh.
Pada lansia dengan osteoporosis, patah ruas tulang belakang bahkan dapat berlangsung secara perlahan tanpa disadari. Rasa nyeri atau pegal yang awalnya dianggap biasa bisa menjadi petunjuk adanya gangguan pada struktur tulang.
"Misalnya ada patah ruas tulang belakangnya karena pada orang-orang tua di mana tulangnya sudah mulai keropos, itu patah terjadi pelan-pelan. Pelan-pelan, nyeri-nyeri nanti begitu memeriksakan diri, ruas tulang belakangnya sudah flat, sudah remuk lumayan ekstrem," tuturnya.
Meski penurunan tinggi badan dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia akibat perubahan bantalan antarruas tulang belakang, masyarakat tetap perlu memperhatikan gejala lain yang menyertainya. Terlebih jika postur tubuh semakin membungkuk dan nyeri punggung tidak kunjung hilang, bahkan saat sedang beristirahat.