JAKARTA, iNews.id - Perempuan ternyata memiliki risiko mengalami perubahan postur tubuh, termasuk semakin membungkuk ketika memasuki usia lanjut. Kondisi ini bukan semata-mata akibat proses penuaan, tetapi juga berkaitan dengan perubahan hormon yang memengaruhi kepadatan tulang, terutama setelah menopause.
Salah satu faktor yang berperan penting adalah penurunan hormon estrogen. Hormon yang identik dengan perempuan ini ternyata memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tulang. Ketika kadarnya menurun setelah menopause, kepadatan tulang dapat ikut berkurang sehingga perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Subspesialis Orthopedi Tulang Belakang Konsultan dari Siloam Hospital Mampang, dr. Dohar A.L Tobing, Sp.OT, Sp.OTB(K), menjelaskan bahwa faktor hormonal memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan dan pemeliharaan massa tulang perempuan.
"Iya, ada benarnya. Oleh karena pada wanita itu kan pembentukan tulang dipengaruhi hormon, salah satunya dipengaruhi hormon estrogen, hormon wanita tentunya. Sehingga ketika pada usia menopause hormon estrogen ini turun, tentu itu akan sangat berpengaruh kepada tulangnya," ujar dr. Dohar saat ditemui dalam acara Timeless Music, Timeless Movement yang digelar Siloam Hospital Mampang di Fountain Atrium Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Penurunan estrogen setelah menopause dapat mempercepat berkurangnya kepadatan tulang. Akibatnya, struktur tulang menjadi lebih rapuh dan berisiko mengalami patah tulang, termasuk pada ruas tulang belakang.