Karena itu, perempuan sebaiknya tidak menunggu hingga memasuki usia lanjut untuk mulai memperhatikan kesehatan tulang. Kebiasaan hidup sehat sejak muda menjadi salah satu investasi penting untuk mempertahankan kepadatan tulang.
Menurut dr. Dohar, kurang bergerak, jarang berolahraga, serta minim asupan kalsium dan vitamin D dapat memengaruhi pembentukan massa tulang. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol juga perlu dihindari karena dapat mengganggu kesehatan tulang.
Ia mengingatkan pentingnya mengumpulkan massa tulang sejak usia muda agar tubuh memiliki cadangan kepadatan tulang yang cukup ketika memasuki masa menopause dan usia lanjut.
"Sehingga perlu gaya hidup yang sehat untuk masa muda itu ngumpulin massa tulangnya. Sehingga pada saat estrogen ini menurun, dia punya stok kuat cukup untuk paling tidak untuk kegiatan sehari-hari," pungkasnya.
Dengan demikian, perubahan postur tubuh pada perempuan lansia tidak seharusnya langsung dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.
Pemeriksaan kesehatan tulang diperlukan, terutama jika tubuh semakin membungkuk, tinggi badan berkurang, atau muncul nyeri punggung yang menetap. Deteksi dini osteoporosis penting untuk mencegah risiko patah tulang dan komplikasi lebih lanjut.