Karena itu, orang yang pernah menjalani operasi di area perut perlu memperhatikan keluhan yang muncul. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami perlengketan usus sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Penanganan perlengketan usus dapat menjadi lebih kompleks apabila jaringan parut berada dekat atau melibatkan organ lain, termasuk saluran kemih. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih.
Ketika perlengketan melibatkan area tersebut, dokter perlu mempertimbangkan kondisi usus sekaligus fungsi saluran kemih agar tindakan yang dilakukan tidak menimbulkan gangguan pada organ lain.
Dokter Spesialis Urologi Konsultan Trauma dan Rekonstruksi Urogenital, dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K), Subsp. Trauma and Reconstructive Urology, mengatakan bahwa kasus kompleks membutuhkan perencanaan yang mempertimbangkan hubungan antarorgan.
“Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ. Kami perlu memahami hubungan antar organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan,” ungkap dr. Donny.