Pernah Operasi Usus Buntu atau Caesar? Waspadai Risiko Perlengketan Usus

Muhammad Sukardi
Pasien usus buntu. (Foto: Ilustrasi AI)

JAKARTA, iNews.id - Operasiusus buntu atau operasi caesar merupakan prosedur medis yang cukup umum dilakukan. Namun, setelah operasi di area perut, tubuh dapat membentuk jaringan parut yang dalam kondisi tertentu menyebabkan perlengketan antarorgan. 

Kondisi ini dikenal sebagai adhesi dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan apabila melibatkan bagian usus atau organ di sekitarnya.

Perlengketan usus terjadi ketika jaringan parut membuat bagian usus menempel pada jaringan atau organ lain di rongga perut. Selain akibat operasi sebelumnya, kondisi ini juga dapat dipicu oleh peradangan maupun infeksi di rongga perut.

Meski tidak selalu menimbulkan keluhan, perlengketan usus tetap perlu diwaspadai apabila disertai gejala yang mengganggu. Pada kasus tertentu, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan sumbatan usus sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, menjelaskan bahwa tidak semua perlengketan usus membutuhkan tindakan operasi. Penanganan harus mempertimbangkan kondisi pasien, gejala yang muncul, serta kemungkinan gangguan pada organ yang terlibat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Kondisi Terkini Is Pusakata usai Operasi akibat Usus Buntu Pecah, Perlahan Pulih

2 bulan lalu

Is Pusakata Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit, Usus Buntu Pecah!

3 bulan lalu

Beda Diagnosis Usus Buntu RS Indonesia Vs Penang, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

24 jam lalu

5 Minuman Pagi Ini Bantu Pencernaan Lebih Sehat, Nomor 4 Jangan Skip!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal