Kementerian Kesehatan menilai keberhasilan pemasangan LVAD tidak boleh hanya menjadi pencapaian satu rumah sakit.
Pemerintah mendorong agar pengetahuan dan keterampilan mengenai teknologi tersebut dapat ditransfer kepada lebih banyak tenaga kesehatan di Indonesia.
"Ilmunya jangan berhenti di satu tim. Semakin banyak dokter yang menguasai teknologi ini, semakin banyak pula pasien yang bisa diselamatkan," ujar Azhar.
Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan kemampuan tenaga medis Indonesia dalam mengadopsi teknologi kesehatan berkelas dunia.
RSCM bahkan dipersiapkan menjadi pusat pelatihan bagi rumah sakit lain di kawasan Asia yang ingin mengembangkan layanan dengan teknologi serupa.