Pendiri HeartSpan.ai, dr Wei Siang Yu, mengatakan teknologi serupa telah digunakan oleh lebih dari 1.500 pasien di China.
Dalam sejumlah kasus, fungsi jantung pasien dilaporkan mengalami perbaikan signifikan setelah menggunakan perangkat tersebut. Pada kondisi tertentu, perangkat dapat dilepas setelah sekitar dua hingga tiga tahun penggunaan.
Penerapan CoreHeart 6 di RSCM didukung kemitraan strategis dengan HeartSpan.ai. Kerja sama tersebut mencakup akses perangkat, pelatihan medis hingga pengembangan sistem dukungan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keberhasilan pemasangan pompa jantung tersebut menjadi perkembangan penting bagi layanan kardiovaskular Indonesia. Pasalnya, pasien gagal jantung stadium akhir selama ini menghadapi pilihan terapi yang terbatas, terutama akibat persoalan ketersediaan donor jantung.
Dengan hadirnya teknologi LVAD, Indonesia kini memiliki opsi tambahan untuk membantu pasien dengan gagal jantung berat.
Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut dapat dikuasai lebih banyak tenaga medis, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pasien di satu rumah sakit, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.