JAKARTA, iNews.id - Membaca novel bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Kebiasaan membaca cerita fiksi ternyata berpotensi meningkatkan konektivitas otak, termasuk pada area yang berperan dalam memahami cerita, mengambil sudut pandang orang lain, dan memproses pengalaman.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan temuan penelitian ilmiah mengenai manfaat membaca novel bagi otak melalui akun Threads pribadinya. Penelitian bertajuk Short- and Long-Term Effects of a Novel on Connectivity in the Brain tersebut mengamati perubahan konektivitas otak setelah responden membaca novel.
“Ada penelitian yang melibatkan 19 orang yang diminta untuk membaca novel selama 9 hari. Setelahnya orang-orang tersebut diperiksa otaknya dengan fMRI,” tulis dr. Adam, dikutip Rabu (28/10/2026).
Hasil pemindaian menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) menunjukkan peningkatan konektivitas pada sejumlah area otak. Perubahan tersebut berkaitan dengan kemampuan memahami narasi, membayangkan perspektif orang lain, hingga merasakan pengalaman tokoh dalam cerita.
“Nah hasilnya ternyata menunjukkan peningkatan konektivitas otak di area pemahaman cerita, perspective-taking (mengambil sudut pandang orang lain), dan embodied semantics (merasakan pengalaman tokoh secara sensorik),” lanjut dia.