Dia menjelaskan, peluang rambut kembali mendapatkan warna alaminya lebih besar ketika perubahan warna tersebut masih berada pada tahap awal. Stres yang meningkat dapat berkaitan dengan munculnya uban dan perubahan metabolisme pada folikel rambut.
“Proses kembalinya rambut berwarna ini terutama terjadi pada saat tahap awal muncul uban. Peningkatan stress berhubungan dengan munculnya uban. Pada rambut yang beruban ditemukan peningkatan metabolisme dan pertahanan terhadap antioksidan,” kata dr Adam.
Mengelola stres menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan ketika uban mulai muncul. Meski begitu, tidak semua uban dapat kembali ke warna semula karena proses perubahan warna rambut juga dipengaruhi berbagai faktor lain.
“Sedangkan saat stress menurun, maka rambut yang sudah mulai kehilangan warnanya bisa kembali berwarna,” ucapnya.
Fenomena tersebut menunjukkan hubungan antara kondisi psikologis dan perubahan pada tubuh dapat terlihat hingga pada rambut. Karena itu, menjaga pola hidup dan mengelola stres tetap penting dilakukan untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.