Bagi pengelola hunian, kondisi tersebut membuat komunikasi dengan penghuni menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan komunitas.
"Bagi kami, pengelolaan properti bukan hanya tentang aset fisik, tetapi juga manusianya. Karena itu, kami perlu membangun edukasi dan komunikasi agar penghuni terbiasa bersosialisasi," ujar Rusli.
Menurut dia, ketika komunikasi sudah terbentuk, penghuni juga lebih terbuka menyampaikan apa yang mereka rasakan maupun persoalan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal.
Komunitas Glamur sendiri berjalan dengan dukungan ICM, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS), serta warga.
Pada akhirnya, ruang berkumpul bagi lansia tidak harus selalu berupa kegiatan besar. Pertemuan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjadi kesempatan untuk mengenal tetangga, membangun pertemanan, dan saling memperhatikan.
Sebab, di usia senja, kesibukan mungkin dapat membuat waktu berlalu. Namun, kehadiran seorang teman memberi sesuatu yang berbeda: kesempatan untuk berbagi cerita dan merasa tetap terhubung dengan orang lain.