3. Memberi Waktu untuk Diri Sendiri
Perawatan diri atau self-care tidak selalu identik dengan liburan mahal atau perawatan khusus. Aktivitas sederhana seperti mandi air hangat, mendengarkan musik, membaca buku, atau menikmati waktu hening tanpa gangguan sudah termasuk bentuk self-care.
Meluangkan waktu untuk diri sendiri membantu pikiran beristirahat dari tekanan dan memberi ruang untuk kembali tenang.
4. Menulis untuk Meredakan Pikiran
Menuliskan perasaan atau pengalaman dalam jurnal bisa menjadi cara ampuh untuk mengurangi kecemasan. Dengan menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan, emosi yang sebelumnya terasa berat dapat lebih mudah dipahami dan diolah.
Kebiasaan ini juga membantu mengenali pola stres dan menemukan solusi yang lebih tepat untuk mengatasinya.
5. Mengurangi Kafein dan Paparan Layar
Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat memicu kecemasan, jantung berdebar, hingga gangguan tidur. Paparan layar gadget yang berlebihan, terutama sebelum tidur, juga membuat otak sulit beristirahat.
Membatasi konsumsi kopi dan minuman berkafein, serta mengurangi penggunaan ponsel di malam hari, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental.
Stres memang tidak bisa sepenuhnya dihindari, namun dapat dikelola dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin. Memperhatikan gerak tubuh, pola makan, serta waktu istirahat, kualitas hidup dapat meningkat secara bertahap namun signifikan.