“Kornea kita ini enggak punya pembuluh darah dan salah satu sumber oksigennya itu berasal langsung dari udara melalui air mata. Jadi ketika mata ditutup saat tidur, oksigen yang sampai ke kornea itu memang pasti akan berkurang,” katanya.
Permukaan kornea yang tertutup lensa kontak sepanjang malam dapat meningkatkan risiko kekurangan oksigen atau hipoksia kornea. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada permukaan epitel dan peradangan serta meningkatkan risiko infeksi.
Dalam kondisi serius, infeksi dapat berkembang menjadi microbial keratitis atau infeksi pada kornea. Pada kasus berat, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan kornea dan membutuhkan penanganan medis serius.
Karena itu, pengguna lensa kontak perlu mewaspadai sejumlah gejala, seperti mata merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya atau silau, mata berair, keluar kotoran secara terus-menerus, hingga penglihatan mendadak kabur.
Jika softlens tidak kunjung ditemukan dan muncul gejala tersebut, terutama nyeri atau mata semakin merah, segera periksakan kondisi mata ke dokter spesialis mata.
“Dan kalau kamu tetap nggak nemu, terus mata makin sakit, makin merah, periksa ke dokter mata. Dan ingat, jangan sampai lupa lepas softlens ketika kamu tidur. Itu kuncinya,” ujar dr Aditya.