Stop Terobsesi Punya Anak Chubby, Dokter Peringatkan Risiko Obesitas

Niko Prayoga
Dokter peringatkan anak dengan tubuh chubby tidak selalu berarti memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. (Foto:

dr Ardi juga mengingatkan penilaian tumbuh kembang anak tidak cukup dilakukan dengan melihat usia atau membandingkan bentuk tubuhnya dengan anak lain. Kondisi anak perlu dinilai secara menyeluruh menggunakan sejumlah indikator pertumbuhan.

“Jadi jangan cuma mengejar anak supaya gemuk. Yang harus kita kejar adalah pertumbuhan yang optimal dan proporsional sesuai dengan tinggi badannya, bukan cuma sekadar mencocokkan dengan usianya. Berat badan harus dinilai bersama panjang atau tinggi badan, usia, jenis kelamin, dan tren kurva pertumbuhannya,” ujar dr Ardi.

Dia menegaskan anak yang sehat tidak harus memiliki tubuh gemuk atau chubby. Hal yang lebih penting adalah memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung optimal serta proporsional.

“Sehat tidak harus chubby. Target kita anak tumbuh optimal, bukan sekadar angka timbangan yang besar, dan sampai kapan pun anak enggak boleh gemuk ya,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perut Buncit di Usia 30-an Bisa Turunkan Testosteron, Ini 4 Cara Mengatasinya

3 hari lalu

Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Mengecil, Begini Cara Mengatasinya Kata Dokter

3 hari lalu

Kenapa Alat Vital Pria Gemuk Terlihat Lebih Kecil? Dokter Ungkap Penyebab Sebenarnya

12 hari lalu

Satu dari Tiga Orang Indonesia Alami Obesitas, Ini Pemicunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal